Ciri Ciri AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus atau jasad renik yang sangat kecil yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Di dalam tubuh manusia terdapat sel-sel darah putih yang relatif cukup banyak, adapun fungsi sel darah putih berguna untuk melawan atau membunuh berbagai bibit penyakit atau kuman yang masu ke dalam tubuh manusia. Jadi, sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Jika seseorang terinfeksi oleh virus HIV, virus ini akan menyerang sel-sel darah putih, merusak dinding sel, selanjutnya masuk ke dalam sel dan merusak sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh mengalami kerusakan dan lemah sehingga tubuh tidak mampu lagi melawan kuman atau bibit-bibit penyakit.

Acquared Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dapat diartikan sebagai kumpulan tanda atau gejala penyakit akibat hilangnya atau menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS merupakan fase terminal akhir dari infeksi HIV.

Akibat fatal dari seseorang yang terinfeksi HIV adalah sistem kekebalan tubuhnya sangat riskan terhadap kuman atau bibit penyakit. Bibit penyakit yang tergolong ringan bagi seseorang, tetapi bagi penderita HIV merupakan masalah besar dan berat bahkan dapat menimbulkan kematian.

Ciri-Ciri HIV AIDS

Beberapa hari atau beberapa minggu setelah terinfeksi HIV, seseorang akan menjadi sakit dengan gejala mirip flu, yaitu :

- Demam
- Rasa lemah atau lesu
- Batuk-batuk
- Nyeri tenggorokan
- Semua persendian terasa nyeri

Gejala ini akan berlangsung selama beberapa hari atau minggu, kemudian dengan sendirinya akan hilang.

Pada tahap selanjutnya timbul gejala-gejala sebagai berikut :

- Demam berkepanjangan
- Menurunnya aktivitas fisik sehari-hari (tubuh terus melemah)
- Pembengkakan kelenjar di leher, ketiak dan lipatan paha
- Penurunan berat badan secara drastis
- Diare atau mencret terus menerus tanpa sebab gejala yang jelas
- Batuk dan sesak nafas lebih dari satu bulan secara terus menerus
- Kulit gatal dan bercak-bercak merah kebiruan.

Gejala-gejala tersebut memang tidak khas karena dapat juga terjadi pada penyakit lainnya. Namun demikian, gejala-gejala ini menunjukkan sudah adanya kerusakan pada sistem kekebalan tubuh.

Kekebalan pendeita sangat menurun drastis. Pada tahap ini, penderita sangat mudah terserang penyakit lainnya, hal ini disebut infeksi oportunistik. Maksudnya adalah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur atau parasit. Pada tahap ini, pengidap HIV telah berkembang menjadi penderita AIDS. Gejala AIDS yang timbul adalah :

- Radang saluran pencernaan
- Radang saluran pernapasan dan paru-paru
- Radang karena jamur dimulut dan kerongkongan
- Kanker kulit
- TBC
- Gangguan susunan saraf

Pada umumnya, penderita AIDS akan meninggal dunia sekitar 2 tahun setelah gejala AIDS ini muncul

Posted in Ciri-Ciri AIDS | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri Dan Gejala Penyakit AIDS

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan penyakit AIDS. Ya, benar karena penyakit ini dikenal sebagai salah satu penyakit yang mematikan. Penyakit ini juga merupakan salah satu penyakit yang dianggap sebagai penyakit yang membawa bencana, oleh sebab itu jarang penderitanya dijauhi hanya karena mereka takut tertular. Padahal penularan penyakit AIDS bukanlah melalui kontak fisik dari luar dengan berjabat tangan, namun penularan terjadi melalui darah.

aids 2

Lalu, penyakit AIDS ini disebabkan karena apa? Penyakit AIDS adalah salah satu penyakit turunan. Penyakit ini menyerang kekebalan tubuh manusia. AIDS disebabkan karena virus yang masuk yabg merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang menyebabkan tubuh mudah terserang oleh penyakit yang lain.

Ciri dan gejala penyakit AIDS ini tidak akan menyebabkan gangguan yang terjadi secara berarti pada seorang wanita dengan sistem kekebalan yang masih nomal. Jadi, penyakit AIDS ini merupakan salah satu umpulan penyakit yang terjadi karena penyebabnya adalah sistem imuun yang menurun yang disebabkan oleh virus yang disebut dengan HIV.

Ciri dan gejala penyakit AIDS ini adalah dimulai dengan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia terlebih dahulu. Jika sel-sel pertahanan tubuh sudah mulai melemah dan mengalami kerusakan maka hal ini akan menyebabkan penderitanya rentan mengalami berbagai penyakit karena penderita tidak akan sanggup lagi pada kuman yang bisa secara normal masuk ke dalam tubuh dan kemudian dimusnahkan dengan mudah oleh antibody tubuh.

Ciri dan gejala penyakit AIDS ini tidak akan ditunjukkan diawal oleh penderitanya. Namun gejala penyakit AIDS akan muncul selama bertahun-tahun si penderita terserang penyakit AIDS ini. Biasanya gejala akan muncul sekitar 5-10 tahun setelah peenderita terserang virus HIV pertama kalinya. Gejala penyakit aids yang ditunjukkan adalah dengan tanda lesu, demam, keringat dingin dimalam hari tanpa ada sebab otot yang sakit, mengalami batuk, pembesaran pada kelenjar limfe, dan juga infeksi yang terjadi di dalam mulut salah satunya adalah sariawan. Biasanya di tahap akhir, penderita akan mengalami penurunan berat badan secara drastic, penyakit diare yang kronis, dan mengalami penyakit asma, serta gejala lainnya yang pada akhirnya menyebabkan kematian.

Posted in Ciri-Ciri AIDS | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit AIDS HIV

Kalau kita hanya melihat penyakit AIDS HIV sebagai epidemic yang melanda dunia, maka AIDS memang seolah-olah merupakan gejala penyakit baru yang datang secara mendadak. Sebenarnya ada kemungkinan bahwa virus HIV ini sudah lama ada, seperti contoh di Afrika yang disebutkan tadi. Virus kadang-kadang mempunyai sifat yang berubah-ubah. Ada virus yang semula tidak merugikan manusia, kemudian berubah menjadi sesuatu yang merugikan. Ada birus yang tadinya bersifat jinak, lalu berubah menjadi sesuatu yang merambat. Barangkali inilah yang terjadi dengan HIV jauh sebelum epidemic AIDS muncul. Virus ini bisa diibarakan sejenis rumput liar yang tumbuh bebas didaerah asalnya, tidak menyebar dan tidak terlalu diperhatikan orang. Ketika memasuki sebuah lingkungan baru, rumput luar itu berubah sifat dan berkembang biak dengan sangat pesat. Rumput ini kemudian menyebar dan mendesak tumbuhan-tumbuhan lain sehingga menjadi sebuah masalah besar.

Beberapa peneliti beranggapan bahwa ada kemungkinan HIV ini sudah ada pada beberapa komunitas yang terisolasi, jauh sebelum adanya epidemic penyakit AIDS HIV. Lalu situasi berubah karena penduduknya banyak berpindah tempat, mendiami kota-kota besar, dan mengubah gaya hidupnya, termauk pola perilaku seksual. HIV yang tadinya terisolasi kemudian berubah menjadi sebuat epidemic penyakit AIDS HIV. Penyakit HIV menular melalui hubunhan seksual, baik dengan lawan jenis, sesama jenis, pinjam meminjam alat suntik (jarum, semprit, kapas, dan tempat mengaduk) diantara para pengguna narkoba (IDU=Injecting Drug User), transfuse darah dan transplantasi organ yang tidak iskrining, tato, tinfik, dan penularan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Karena itu mereka beresiko tinggi terinfeksi HIV adalah :

  1. Wanita dan pria yang berganti-ganti pasangan seks, para pekerja seks dan langganannya dan mereka yang melakukan hubungan seksual tidak wajar melalui dubur atau mulut
  2. Para pengguna narkoba yang memakai alat suntik secara bergantian
  3. Bayi yang dikandung, dilahirkan dan disusui oleh ibu yang tertular HIv
  4. Transfusi darah dan transplantasi organ tubuh yang tidak diskrining, akupuntur, ditindik, ditato dengan alat yang tercemar HIV.

Diluar tubuh manusia, HIV sangat cepat mati. HIV mudah mati oleh air panas, sabun dan bahan pencuci hama. Karena itu HIV tidak dapat menular lewat udara seperti virus lain, misalnya influenza. Penyakit AIDS HIV juga dapat ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil dalam air mata,air liur, cairan otak, keringat, dan air susu ibu. HIV juga tidak menembus kulit yang utuh, yaitu kulit yang tidak lecet atau luka.

Karena itu hal-hal yang tidak menularkan HIV adalah sebagai berikut :

  1. Bersenggolan atau berjabatan tangan dengan pengidap HIV
  2. Bersentuhan dengan pakaian/barang lain bekas penderita AIDS
  3. Penderita AIDS bersin atau batuk-batuk di depan kita
  4. Mencium pipi atau dahi
  5. Berenang di kolam renang atau menggunakan WC yang sama
  6. Melalui makanan atau minuman, gigitan nyamuk atau serangga lain.
Posted in Ciri-Ciri AIDS | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit AIDS

Penyalahgunaan narkoba, infeksi HIV/AIDS, prostitusi, dan perilaku seks bebas merupakan masalah yang terkait salah satu dengan lainnya. Indonesia merupakan Negara yang rawan HIV/AIDS, karena mudahnya lalu lintas penduduk dengan Negara-negara tetangga yang merupakan seks bebas. Jumlah pengidap HIV/AIDS meningkat dengan cepat dari tahun ke tahun. Menurut penelitian, 80% pengguna narkoba dengan jarum suntik mengidap hepatitis B atau C sedangkan 40-50%,mengidap HIV/AIDS. Virus hepatitis B/C menyebabkan radang hati kronis dan dapat berkembang menjadi penyakit kanker. Bila perkembangan infeksi virus dalam tubuh tidak dihambat degan obat-obatan yang sekarang ada dan tiak disertai pola hidup sehat, dalam 5-10 tahun akan berkembang menjadi penyakit AIDS. AIDS adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit AIDS akibat hilangnya atau menurunnya system kekebalan tubuh seseorang yang di dapat karena infeksi HIV.

Agar dapat berada dalam tubuh manusia. HIV harus masuk langsung ke aliran darah orang yang bersangkutan. Dalam tubuh, HIV hanya bersarang pada sel darah putih tertentu, yang disebut dengan sel CD4 atau T4 yang terdapat pada darah, air mani, dan cairan vagina. Karena itu penularan  terjadi lewat salah satu atau lebih cairan tubuh itu dan masuk ke aliran darah seseorang. Orang yang mengidap HIV dalam tubuhnya disebut HIV positif. Ia belum menunjukkan gejala apapun, sehingga secara fisik tidak beda dengan orang lain yang sehat gejala penyakit AIDs-nya. Namun ia mempunyai potensi sebagai sumber penularan.

Untuk mengetahui apakah seseorang terpapar penyakit HIV dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan mengambul sampel darahnya. Akan tetapi, hal itu baru dapat dilakukan paling sedikit 3 bulan setelah orang itu terpapar HIv, sehingga besar kemungkinan selama itu ia telah menularkannya kepada orang lain. Virus HIV merusak system kekebalan tubuh penderitanya, dengan menghancurkan sel-sel darah putih, yang berfungsi melawan dan membunuh kuman atau bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Setelah 5-10 tahun tertular HIV, ia mulai menunjukkan gejala penyakit AIDS bermacam-macam penyakit yang muncul karena rendahnya daya tahan tubuh. Pada keadaan ini orang itu disebut sebagai penderita AIDS. Seorang pengidap HIV tidak mampu melawan kuman-kuman penyakit sehingga mudah terserang penyakit. Bahkan penyakit ringan seperti influenza, misalnya yang pada orang sehat dapat sembuh dalam waktu beberapa hari, bagi pengidap HIV dan penderita AIDS penyakit itu akan menetap dalam waktu lama bahkan semakin parah. Ia akan meninggal karena penyakit infeksi yang sulit disembuhkan (TBC, jamur). Tahap terakhir AIDS juga berupa gangguan otak, karena kematian sel otak dan gangguan mental. 

Posted in Ciri-Ciri AIDS | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri Gejala HIV/AIDS

AIDS bukanlah penyakit pada system reproduksi. Namun, AIDS dapat disebabkan karena adanya hubungan seksuual, yang merupakan proses reproduksi manusia, oleh penderita AIDS. AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit karena turunnya system kekebalan tubuh. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Syndrome). Sampai saat ini AIDS sudah menular ke berbagai Negara. Sampai sekarang belum ditemukan vaksin yang bisa mencegah seseorang supaya tidak terinfeksi HIV, walaupun banyak penelitian medis sudah dilakukan. Jadi begitu seseorang  terkena HIV, virus HIV terus berada di dalam tubuh seseirang dan melemahkan system pertahanan tubuh ( sel darah putih). Jika pertahanan tubuh sudah lemah, ciri gejala hiv/aids orang akan mudah diserang oleh berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakit inilah yang menyebabkan kematian.

AIDS menuntut perhatian kita semua karena beberapa alasan, yaitu semua orang bisa terkena AIDS, belum ditemukan vaksin pencegahannya, penyebarannya sangat cepat dan tidak diketahui proses pengobatannya. Siapakah orang yang dapat terinfeksi HIV. Semua orang yang melakukan perilaku yang beresiko penularan HIV dapat terinfeksi, tidak perduli orang itu dari keluarga baik-baik atau bukan, kaya atau muskin, bodoh atau pintar, heteroseksual atau homoseksual. Beberapa perilaku yang beresiko menyebabab ciri gejala hiv/aids yang bisa menularkan AIDS sebagai berikut :

  1. Hubungan seks dengan penderita HIV
  2. Penerima transfuse darah yang sudah tercemar HIV
  3. Penggunaan jarum tingik atau pembuatan tato yang sudah tercemar HIV.
  4. Penggunaan harum suntik yang sudah terkena virus HIv tanpa disterilkan terlebih dahulu
  5. Ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat menularkan HIV pada bayi yang dikandungnya.

Seseorang yang terkena HIV AIDS, ciri gejala hiv/aids adalah system kekebalan tubuh akan makin menurun, berkuang, dan akhirnya hilang.Adapaun fase-fase dan gejala HIV sebagai berikut :

  1. Fase 1 (fase awal)
    Penderita masih tampak seperti orang sehat, belum memperlihatkan gejala. Fase ini berlangsung antara 5 sampai 7 tahun. Hal itu bergantung pada kekebalan tubuh si penderitanya.
  2. Fase II (Fase lebih lanjut)
    Mulai muncul gejala awal penyakit yang terkait HIV, seperti hilang selera makan dan tubuh lemah, keluar keringat berlebihan di malam hari, timbul bercak-bercak di kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, diare terus menerus, serta flu yang tak kunjung sembuh. Fase ini berlangsung sekitar 6 bulan sampai 2 tahun.

HIV/AIDS tidak bisa ditularkan melalui cairan tubuh. Meskipun penelitian menunjukkan bahawa HIV terdapat jumlah kecil pada liut orang, belum pernah terbukti adanya kaasus penularan HIV melalui jenis cairan tubuh ini dan HIV/AIDS juga tidak tertular melalui keringat atau air mata orang.

AIDS bukanlah penyakit pada system reproduksi. Namun, AIDS dapat disebabkan karena adanya hubungan seksuual, yang merupakan proses reproduksi manusia, oleh penderita AIDS. AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit karena turunnya system kekebalan tubuh. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Syndrome). Sampai saat ini AIDS sudah menular ke berbagai Negara. Sampai sekarang belum ditemukan vaksin yang bisa mencegah seseorang supaya tidak terinfeksi HIV, walaupun banyak penelitian medis sudah dilakukan. Jadi begitu seseorang  terkena HIV, virus HIV terus berada di dalam tubuh seseirang dan melemahkan system pertahanan tubuh ( sel darah putih). Jika pertahanan tubuh sudah lemah, ciri gejala hiv/aids orang akan mudah diserang oleh berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakit inilah yang menyebabkan kematian.

AIDS menuntut perhatian kita semua karena beberapa alasan, yaitu semua orang bisa terkena AIDS, belum ditemukan vaksin pencegahannya, penyebarannya sangat cepat dan tidak diketahui proses pengobatannya. Siapakah orang yang dapat terinfeksi HIV. Semua orang yang melakukan perilaku yang beresiko penularan HIV dapat terinfeksi, tidak perduli orang itu dari keluarga baik-baik atau bukan, kaya atau muskin, bodoh atau pintar, heteroseksual atau homoseksual. Beberapa perilaku yang beresiko menyebabab cirri gejala hiv/aids yang bisa menularkan AIDS sebagai berikut :

  1. Hubungan seks dengan penderita HIV
  2. Penerima transfuse darah yang sudah tercemar HIV
  3. Penggunaan jarum tingik atau pembuatan tato yang sudah tercemar HIV.
  4. Penggunaan harum suntik yang sudah terkena virus HIv tanpa disterilkan terlebih dahulu
  5. Ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat menularkan HIV pada bayi yang dikandungnya.

Seseorang yang terkena HIV AIDS, ciri gejala hiv/aids adalah system kekebalan tubuh akan makin menurun, berkuang, dan akhirnya hilang. Adapaun fase-fase dan gejala HIV sebagai berikut :

  1. Fase 1 (fase awal)
    Penderita masih tampak seperti orang sehat, belum memperlihatkan gejala. Fase ini berlangsung antara 5 sampai 7 tahun. Hal itu bergantung pada kekebalan tubuh si penderitanya.
  2. Fase II (Fase lebih lanjut)
    Mulai muncul gejala awal penyakit yang trkait HIV, seperti hilang selera makan dan tubuh lemaj, keluar keringat berlebihan di malam hari, timbul bercak-bercak dikulit, pembengkakan kelenjar getah bening, diare terus menerus, serta flu yang tak kunjung sembuh. Fase ini berlangsung sekitar 6 bulan sampai 2 tahun.

HIV/AIDS tidak bisa ditularkan melalui cairan tubuh. Meskipun penelitian menunjukkan bahawa HIV terdapat jumlah kecil pada liut orang, belum pernah terbukti adanya kaasus penularan HIV melalui jenis cairan tubuh ini dan HIV/AIDS juga tidak tertular melalui keringat atau air mata orang.

Posted in Ciri-Ciri AIDS | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri-Ciri Orang Terkena AIDS

aids 2Penyakit AIDS merupakan bentuk gangguan kekebalan tubuh sekunder (imunodefisiensi) yang bersifat menular karena virus HIV-1. Penyakit ini ditandai oleh supresi yang mencolok pada imunitas yang dimediasi sel-T berbagai infeksi opurtunistik,neoplasma sekunder dan penyakit neurologi.  AIDS merupakan penyakit yang relative baru dikenal oleh para ahlinya. Bahaya penyakit ini seperti banyak di muat di media massa, sangat besar. Penderita penyakit ini kebanyakan berakhir dengan kematian sebelum dokter sanggup mengatasinya. Belakangan penyakit mematika n itu sangat tinggi akibat penyebarannya,. Sementara sarana penularan AIDS belum banyak diketahui secara jelas. Mengetahui cara penularan ini sebenarnya menjadi penting dan berpengaruh besar bagi pencegahannya, selama pengobatan dan imunisasi secara medis belum mampu  member jawaban atasa bahaya penyakit itu terhadap manusia. Dengan menghindari cara penularan sejauh mungkin, penyakit AIDS diharapkan mampu dibendung.  Penularan AIDS pada umumnya melalui hubungan seksual. Penderita  AIDS, banyak terdapat pada laki-laki homoseks dan belum pernah ditemukan di kalangan perempuan lesbian. Biasanya tanda dan ciri-ciri orang terkena AIDS baru akan terlihat 5-10 tahun setelah ia tertular virus mematikan ini.

Pada penyakit AIDS akan terjadi peningkatan laju metabolism akibat demam, infeksi, kanker dan/atau  reaksi yang ditimbulkan oleh obat-obat yang diberikan. Sementara itu, gangguan penyerapan nutrient akan menjadi sekunder karena infeksi usus, pemakaian obat, kadar albumin yang rendah, kanker saluran cerna dan enteropati AIDS . Semua ini bila ditangani akan dengqan cepat menimbulkan malnutrisi, pelisutan otot dan penurunan kualitas hidup. Ciri-ciri orang terkena AIDS ini ditandai dengan keadaan mudah lelah , luka-luka pada mulut dan kerongkongan, depresi, kecemasan, mual, dan muntah, gangguan menelan, gangguan indra pengecap serta sesak napas menambah buruk asupan nutrient. Asupan nutrient yang tidak adekuat, khsusunya protein dan kalori akan menurunkan berat badan pasien AIDS dengan cepar.

Untuk mencegah semua kejadian diatas, upaya berikut ini harus dilaksanakan :

  • Penilaian status gizi yang lengkap setelah diagnosis penyakit AIDS ditegakkan
  • Pengkajian terhadap pengetahuan mengenai keamanan makanan.
  • Pengkajian terhadap kebiasaan diet, termasuk penggunaan terapi diet alternative dan/ atau suplemen nutrient.
  • Pemantauan berat badan yang ketat. Intervensi gizi harus segera dilaknsakan jika terjadi penurunan berat badan
  • Terapi nutrisi untuk anemia gizi (khususnya defisiensi folat dan vitamin B12) harus sering dilakukan pada pasien-pasien HIV positif yang asimptomatik.
  • Jika terdapat anemia, atasi defisiensi folat dengan pemberian 400 mcg tablet asam folat/hari dan atasi defisiensi vitamin B12 dengan 100 mcg B12 yang disuntikkan IM/bulan.
  • Terapi suplementasi nutrient dimulai dengan pemberian multivitamin/mineral setiap hari dengan takaran yang menyamai 100% AKG, yaitu 30 mg beta-karoten dan 250-500 mg vitamin C.
  • Suplementasi dengan produk enternal yang “memodulasi kekebalan”

Ciri-ciri orang terkena AIDS pada orang dewasa adalah :

  • Kehilangan 10% dari berat badan lebih dari satu bulan tanpa penyebab
  • Diare lebih dari satu bulan
  • Demam yang berlangsung selama lebih dari satu bulan baik konstan atau datang dan pergi.
  • Batu kering  yang tidak sembuh-sembh
  • Kulit gatal diseluruh tubuh
  • Herpes zoster (mirip cacar air, aatu disebabkan virus yang juga mengakibatkan cacar air, virus herpes) yang tidak kunjung sembuh
  • Candidiasis, yang putih, mengangkat ruam pada mulut, lidah dan tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar (dileher, ketiak, atau selangkangan) dengan tanpa atau infeksi aktif.
Posted in Ciri-Ciri AIDS | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri-Ciri Penyakit HIV AIDS

Penyakit HIV/AIDS adalah penyebab rusaknya atau melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.

Ciri-Ciri Penyakit HIV/AIDS

- Merasa kelelahan yang berkepanjangan
- Demam dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas.
- Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas yang berkepanjangan.
- Diare terus-menerus selama 1 bulan
- Bintik-bintik berwarna keungu-unguan yang tidak biasa
- Berat badan menurun secara drastis lebih dari 10% tanpa alasan yang jelas dalam 1 bulan.
- Pembesaran kelenjar secara menyeluruh di leher dan lipatan paha.

Hal yang Tidak Menularkan HIV

HIV merupakan jenis virus yang mudah mati apabila berada di luar tubuh manusia. Oleh karena itu, HIV tidak dapat ditularkan melalui kontak sosial sehari-hari, misalnya :

a. Bersenggolan dengan pengidap HIV
b. Pengidap AIDS bersin atau batuk-batuk di hadapan kita
c. Berenang di kolam renang yang sama dan bersama-sama
d. Berjabatan tangan
e. Menggunakan WC yang sama dengan pengidap HIV
f. Melalui gigitan nyamuk atau serangga lainnya

Cara Mencegah HIV/AIDS

1. Pencegahan Melalui Kontak Seksual

Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, hubungan seks hanya dilakukan dalam pernikahan yang sah, tidak berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seks. Bila salah satu pihak telah terinfeksi HIV, gunakan kondom

2. Pencegahan Melalui Darah

Transfusi dengan darah yang tidak tercemar HIV, sterilisasi penggunaan jarum suntik dan alat-alat lain yang melukai kulit, menghindari penggunaan narkoba, tidak menggunakan alat suntik, alat tindik, alat tato, pisau cukur, sikat gigi bersama-sama dengan orang lain, sterilisasi peralatan medis dan non medis yang berhubungan dengan cairan tubuh manusia

3. Pencegahan Penularan Ibu Kepada Anak

Ibu yang mengidap HIV harus mempertimbangkan kembali kehamilannya. Ibu dapat tetap menyusui bayinya dengan ASI atau memberinya susu formula

4. Pencegahan Melalui Pendidikan Gaya Hidup

Komunikasi, informasi dan edukasi pada masyarakat, menghindari gaya hidup hedonistik, yaitu hidup dengan tujuan mencari kesenangan semata

Posted in Ciri-Ciri AIDS | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri-Ciri AIDS HIV

HIV berkembang biak didalam tubuh dengan cara langsung masuk ke dalam aliran darah manusia. Hal ini karena HIV akan cepat mati apabila berada di luar tubuh manusia. Bahkan HIV cepat mati oleh air panas atau sabun antiseptik lainnya.

Di dalam tubuh manusia, HIV berkembang biak pada cairan-cairan seperti berikut :

- Darah
- Air mani
- Cairan vagina (cairan kemaluan wanita)

Jadi, penularan akan cepat terjadi apabila salah satu cairan tersebut terinfeksi virus HIV. Kemudian, masuk ke dalam aliran darah orang yang belum tertular.

Selain dalam cairan tersebut, HIV terdapat juga di dalam cairan-cairan dalam jumlah yang relatif kecil, diantaranya :

- Air mata
- Air liur
- Cairan otak
- Keringat
- Air susu ibu

HIV tidak dapat menembus kulit yang utuh, yaitu kulit yang tidak luka atau lecet.

Penularan HIV AIDS

Penularan HIV akan terjadi apabila ada kontak atau percampuran dengan cairan tubuh yang telah terjangkit HIV, yaitu sebagai berikut :

a. Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap HIV, baik homoseksual maupun heteroseksual

b. Melalui transfusi darah atau transplantasi organ tubuh yang tercemar virus HIV

c. Melalui alat jarum suntik atau alat lainnya (akupuntur, tato, tindik)

d. Penularan ibu hamil yang mengidap HIV kepada bayi yang dikandungnya

Perilaku Beresiko Tinggi

Banyak orang yang memiliki perilaku beresiko tinggi menularkan atau tertular HIV. Adapun mereka yang beresiko tinggi tersebut antara lain :

1. Wanita atau pria yang berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual dengan pasangannya

2. Wanita atau pria tunasusila, serta pelanggan mereka

3. Orang-orang yang melakukan hubungan seksual dengan tidak wajar, seperti hubungan seks melalui dubur (anal) dan mulut, misalnya pada homoseksual atau biseksual

4. Penyalahgunaan narkotika dengan suntikan yang menggunakan jarum suntikan secara bersama dan bergantian

Posted in Ciri-Ciri AIDS | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment